Seperti Apa Rumah Ideal untuk Usia 25-35 Tahun? Ini Saran Ahli
Posted: 2021-09-16

Siapa yang tidak ingin memiliki rumah pada usia muda kisaran 25 hingga 35 tahun? 

Rumah tak hanya tempat bernaung, melainkan juga dapat dijadikan aset investasi.

Tidak masalah meskipun jalan yang diambil harus memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah atau KPR, alih-alih tunai keras. 

Kendati demikian, untuk dapat memiliki rumah bukan hanya harus mempersiapkan kemampuan finansial, juga mental dan fisik. 

Bila tidak rajin menyisihkan pendapatan, sampai kapan pun rumah tidak akan dapat dimiliki, kecuali hibah atau warisan dari keluarga.

Harga rumah akan terus naik seiring perkembangan kawasan, dan pembangunan infrastruktur di mana lokasinya berada.

Namun, bagaimana dan seperti apa rumah ideal bagi Anda, kalangan berusia 25-35 tahun? 

Arsitek dan Founder PT Arya Cipta Graha Cosmas Gozali menuturkan, rumah yang saat ini sedang diminati dan terus dicari, berdesain minimalis. 

"Gaya desain ini diburu karena mudah dalam merawatnya dan tidak memerlukan biaya yang tinggi," kata Cosmas kepada Kompas.com, Rabu (15/9/2021). 

Milenial usia ini tidak mencari rumah berukuran besar dan berkamar banyak. Sebaliknya, mereka mengincar rumah tipe 36 atau memiliki luas 60 x 100 meter persegi. 

Bagi mereka, menurut Cosmas, ukuran 36 meter persegi ini lebih dari cukup karena simpel dan mudah dirawat. 

Sementara rumah ukuran besar membutuhkan biaya ekstra untuk merawatnya karena perlu membayar asisten rumah tangga (ART), jika pemiliknya tidak punya waktu atau malas.

"Gaya hidup milenial saat ini ingin hidup yang lebih praktis, tidak mau bersusah payah meluangkan waktu untuk bebenah rumah. Mengingat usianya yang masih produktif, masih membangun karir awal dan hidup bebas," tutur Cosmas. 

Ketika milenial sudah mampu memiliki sebuah rumah dari hasil jerih payahnya, ada hal-hal yang tetap perlu diperhatikan. 
Pertama adalah jarak rumah ke tempat kerja, fasilitas yang memadai, lingkungan yang sehat, serta aksesibilitas menuju transportasi publik. 

Selain itu, kata Cosmas, tentu saja harganya harus sesuai kantong, bisa dibayar dengan cicilan melalui KPR atau tunai keras. 

Perhatikan juga desain dan perlengkapan rumah lainya seperti barang elektronik, tempat tidur dan lain-lain yang bersifat multifungsi sehingga lebih efisien. 

"Rumah yang dibeli harus compact, minimalis, cukup memiliki dua kamar tidur. Satu kamar bisa digunakan sebagai ruang kerja, satu lainnya untuk tidur bila belum berkeluarga," imbus Cosmas.

Cosmas menilai, membeli rumah berkonsep klaster lebih pas untuk kalangan usia milineal karena dilengkapi fasilitas umum seperti club house, taman bermain, ruang komunal, dan ruang terbuka hijau yang cocok untuk memenuhi kebutuhan bersosialisasi dengan teman sebayanya. 

Hal itu dianggap lebih baik ketimbang harus membangun rumah dari awal yang membutuhkan anggaran lebih besar. Di samping itu, mudah berinteraksi dengan tetangga. 

"Rumah klaster juga terjamin keamanannya, tidak usah mencari satpam lagi karena sudah tersedia, sistem kebersihan untuk pengangkutan sampahnya juga sudah jelas," cetus Cosmas. 

Saran dari Cosmas untuk milenial jika sudah menemukan rumah yang pas, tidak perlu membeli banyak barang ketika ingin mengisinya. 

Setiap barang memerlukan waktu sendiri untuk dibersihkan. Belum lagi jika milenial aktif di organisasi di luar pekerjaan. 

Namun, jika ingin merenovasi rumah, pilihlah bahan material yang bisa dipakai kapan saja misalnya semen ekspos, bare concerate, dan cat dinding berwarna netral yang cocok ke semua barang yang dimiliki.


Sumber: kompas.com

LOGIN