Beli atau Sewa Rumah? Ini Tips Cerdas Bagi Milenial
Posted: 2021-07-21

Memiliki hunian pribadi adalah impian bagi setiap orang, tak terkecuali generasi milenial. Namun, harga properti yang naik setiap tahunnya membuat sebagian masyarakat bingung memilih apakah harus menyewa atau mulai mencicil rumah baru.

Direktur Pembiayaan Pinhome Vina mengatakan, langkah awal untuk menentukan kepemilikan properti adalah dengan mengetahui tujuan kepemilikannya. Dua prioritas utama dapat dijadikan acuan oleh setiap orang yakni memiliki properti sebagai hunian atau sebagai investasi. 

“Kalau membeli properti untuk hunian, hal pertama yang harus ditentukan adalah lokasinya. Pastikan sesuai dengan mobilitas pemilik,” ujar Vina dalam keterangan tertulis, Jumat (16/07/2021).

Kemudian, tentukan metode pembiayaan mulai dari besar budget yang siapkan, serta jenis properti yang diinginkan.

Bila untuk investasi, sebaiknya beli properti yang lokasinya berpotensi berkembang pada masa depan. Pemilihan properti di lokasi yang akan berkembang bukan tanpa alasan.

Sebab, keuntungannya akan jauh lebih besar pada masa depan. Terlebih, investasi properti merupakan investasi jangka panjang sehingga mendapat keuntungan di dua atau tiga tahun pertama adalah hal yang mustahil.

“Bila nanti kita jual enam hingga tujuh tahun lagi, kita bisa mendapatkan harga yang lumayan besar karena dekat dengan lokasi strategis seperti mall atau jalan tol,” terangnya. 

Meski demikian, Vina tidak menyarankan para fresh graduate atau milenial yang baru memasuki dunia kerja untuk membeli properti. 

Alasannya, dibutuhkan komitmen yang tinggi untuk mengalokasikan budget guna membayar uang muka atau down payment (DP) maupun cicilan. “Kalau untuk yang baru lulus atau baru memasuki dunia kerja, belum disarankan langsung membeli properti. 

Jika belum cukup finansial, lebih baik sewa saja. Apalagi saat ini rumah atau aparteman bisa disewa bersama teman-teman,” kata Vina.
 
Bagi milenial yang baru pertama kali membeli properti, sebaiknya mencicil budget DP selama satu atau dua tahun dengan menyisihkan sekian persen dari gaji rutin setiap bulan. 

Misalnya, pisahkan 30 persen dari gaji setiap bulan untuk ditabung. Kemudian, 30 persen lainnya untuk pengeluaran rutin. Sementara 30 persen lainnya untuk kebutuhan pokok sehari-hari. Jumlah kumulatif 30 persen per bulan tadi yang ditabungkan, bisa digunakan untuk membayar DP. 

"Jadi belajar, apakah kita bisa disiplin menabung? Nanti kalau sudah berhasil, kita sudah punya gambaran berapa jumlah uang yang akan dikeluarkan,” pungkasnya.

 

Sumber: kompas.com

LOGIN