5 Cara Menjaga Keberuntungan dan Menghalau Sial saat Imlek
Posted: 2019-01-28

Seminggu lagi keturunan etnis Tioghoa akan merayakan tahun baru China atau yang lebih dikenal dengan Imlek. Perayaan Imlek ini bukan hanya hal biasa karena menjadi sakral sehingga ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Karena tradisi ini dipercaya bisa  mendapatkan berkat dan peruntungan yang baik di tahun tersebut. Siapapun tentunya ingin menjauhkan diri dari nasib buruk. Berikut beberapa tradisi yang biasa dilakukan sebelum tahun baru Imlek:  

1. Membersihkan dan Menghias Rumah

Kebersihan dipercaya adalah sebagai cerminan iman, tapi bagi etnis Tionghoa  membersihkan rumah juga dapat dengan mengurangi berbagai benda yang sudah tidak terpakai untuk menyingkirkan energi stagnan dalam benda tersebut dan nasib buruk. Selain bersih dan nyaman,  menghias rumah dengan ornamen-ornamen kemudian lampion berwarna merah ketika Imlek juga menjadi hal yang sangat kental ketika mendekati perayaan Imlek. Warna merah sendiri melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Selain itu, ketika perayaan tahun baru Imlek dengan menyalakan kembang api dan petasan diyakini dapat menghalau pergi monster Nian yang membawa kesialan.   

Pantangan:

Ada pantangan ketika membersihkan rumah yaitu membersihkan rumah menggunakan sapu karena dewa rezeki Ru Yen yang bertubuh sangat kecil dipercaya bisa ikut terbuang bersama dengan tumpukan sampah dan debu yang disapu.

2. Bertukar Hadiah

Perayaan Imlek dilakukan dengan sukacita kemudian juga melakukan pertukaran hadiah yang diberikan sesuai dengan usia penerima hadiah. Contohnya untuk orang tua dapat memberikan hadiah pakaian, vitamin ataupun alat kesehatan. Untuk usia yang sebaya bisa memberikan kue kering ataupun buah-buahan. Sedangkan anak-anak, tentunya mainan ataupun hadiah yang dapat digunakan serupa perlengkapan sekolah

Pantangan:

Jangan memberikan hadiah yang secara simbolis membawa kesialan. Beberapa diantaranya adalah saputangan yang biasanya diberikan di akhir pemakaman, atau cermin yang diyakini menarik kehadiran hantu jahat.

3. Membagikan Angpao dan Jeruk

Tradisi di Imlek juga berkaitan dengan berbagi rezeki pada kepada orang terdekat yang identik dikenal dengan amplop merah yang berisikan uang atau yang lebih dikenal dengan Angpao. Pembagian angpao ini biasanya dibagikan pada berbagai peristiwa yang melambangkan kegembiraan seperti pernikahan, ulang tahun, selamatan rumah baru dan perayaan tahun baru. Selain itu ada juga bertukar jeruk yang dianggap akan mendatangkan peruntungna baik. Dalam bahasa mandarin jeruk disebut dengan Gan Ju, yang berarti baik atau bagus.

 Pantangan:

 Terkait dengan pemberian angpao, orang yang sudah memasuki usia dewasa tetapi belum menikah dipercaya tidak boleh menerima angpao. Karena orang yang menikah dalam budaya Tionghoa adalah mereka yang telah dianggap mapan secara finansial daripada mereka yang belum menikah.

 4. Kumpul Bersama Keluarga

     Di momen perayaan Imlek tentunya akan semakin lengkap dengan berkumpul bersama dengan keluarga terdekat. Hal ini sama seperti momen lebaran yang mengunjungi keluarga terdekat.  Berkumpul dirumah yang dituakan  kemudian bersama-sama merayakan momen Imlek. Tentunya semakin lengkap dengan berbagai makanan akan disajikan pada meja makan seperti ikan, mie, dan pangsit adalah beberapa bahan dasar masakan Imlek yang wajib ada di meja makan.

Pantangan:

 Ketika berkumpul bersama keluarga sebaiknya menghindari hal-hal yang bisa membawa nasib buruk. Contohnya memecahkan gelas dan piring, menggunakan benda tajam, berpakaian warna hitam atau putih, berkata buruk, dan menangis. Hal-hal tersebut jika dilakukan saat imlek, konon nasib buruka akan terus berlanjut selama satu tahun ke depan.

5.  Makanan Penuh Makna

 Perayaan Imlek yang telah dihadari oleh sanak saudara dan keluarga besar tentunya seperti ada yang kurang dengan makanan-makanan yang lezat. Ternyata makanan-makanan yang dihidangkan ketika Imlek memiliki makna-makna tersendiri. Seperti jeruk yang memiliki makna bagus, ikan memiliki makna air yang menjadi simbol keberuntungan baik, sajian yang terbuat dari lobak adalah sebuah pengharapan baru, kemudian bebek dan ayam memiliki makna kesetiaan dan kesuburan.

 Pantangan:

Membalikkan ikan untuk mendapatkan daging ikan dibawahnya. Jadi kalau bagian atasnya sudah habis. Anda tidak boleh mengambil daging sisi lainnya dengan membalik ikan. Hal baik yang Anda makan malah akan mengembalikkannya. Menurut tradisi ikan juga tidak boleh dihabiskan hari itu juga melainkan untuk disisakan keesokan harinya.

 

LOGIN