Apa yang dimaksud dengan KPR?
Posted: 2018-09-28

Rama merupakan karyawan di sebuah perusahaan besar Jakarta berumur 26 tahun dan sedang memikirkan untuk menikah. Tapi, sebelum menikah dia ingin, pasangannya nanti dan dia sudah memiliki rumah untuk ditempati, dia berencana untuk mengambil rumah di pinggiran Jakarta, karena harganya masih terjangkau dan sesuai masih sesuai dengan kemampuan finasialnya. Tapi, Rama sedang memiliki kesulitan karena dia tidak begitu mengerti tentang cicilan rumah atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR).  Seperti ilustrasi diatas, ini yang selalu menjadi dilema dalam masyarakat terutama bagi mereka yang baru saja mempunyai jenjang karir dan ingin memiliki rumah. Jadi, apasih itu KPR? Dan bagaimana cara melakukan KPR?

Pengertian KPR

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah produk pembiayaan rumah dengan skema pembayaran sampai dengan 90% dari harga rumah. KPR menjadi pembiayaan yang sering digunakan sehingga perusahaan perbankan menyediakan ini sebagai kemudahan dalam pembiayaan rumah idaman. Biasanya developer telah bekerjasama dengan bank untuk mempermudah proses pengajuan KPR. Ini menjadi pertimbangan dalam pemilihan bank  dalam menyalurkan KPR.  Secara umum tahapan dari pengajuan KPR adalah sebagai berikut:

1.      Pilih properti yang ingin diajukan atau dibeli

2.      Simulasi KPR atau cicilan seperti apa yang sesuai dengan kemampuan secara finansial

3.      Isi form pemesanan

4.      Pembayaran booking fee

5.      Pelunasan down payment

6.      Isi form pengajuan kredit dan mempersiapkan dokumen-dokumen penting

7.       Analisa permohonan kredit.

8.      Bank melakukan survey appraisal nilai asset properti.

9.      Akad kredit disetujui, siapkan biaya KPR dan administrasi. Melakukan akad kredit di depan notaris.

10.    Membayar cicilan tiap bulan

 Apabila ingin  mengajukan permohonan KPR bisa diajukan dengan mengisi formulir pemesanan unit dari developer serta telah melunasi biaya pemesanan dan down payment. Siapkan dokumen-dokumen penting yang telah tertera pada daftar persyaratan ini:

1.       Fotokopi KTP pemohon

2.      Akta nikah atau cerai

3.      Kartu Keluarga

4.      Surat Keterangan WNI (untuk WNI keturunan)

5.      Usia tidak boleh melebihi 50 tahun ketika mengajukan KPR

6.      Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB dan HGB)

Selain itu, ada dokumen khusus untuk yang bekerja sebagai karyawan, yaitu:

1.      Slip Gaji

2.      Surat keterangan dari tempat bekerja

3.      Buku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan dalam 3 bulan terakhir

Berbeda lagi dokumen untuk yang memiliki usaha wiraswasta atau profesional, yaitu:

1.      NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

2.      Bukti transaksi keuangan usaha

3.      Catatan rekening bank

4.      SIUP

5.      Surat izin usaha lainnya, contoh: Surat izin praktik Dokter

6.      Tanda daftar perusahaan

 

 

LOGIN