Let's Do Sales Like Playing a Game
Posted: 2017-04-03

Terkadang bermain game di smartphone bisa menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan sekaligus dapat mengisi waktu luang. Ada berbagai macam game yang ditawarkan oleh banyak game developer. Tapi ada salah satu jenis game yang cukup menarik perhatian saya karena bukan hanya sekedar bersenang – senang dan mengisi waktu luang, tapi juga bisa sekaligus mengambil nilai positif yang ternyata ada dalam proses game tersebut dimainkan. Jenis game yang saya maksud adalah jenis game team war. Misi dari game tersebut untuk menghancurkan tower utama pertahanan lawan. Masing - masing tim terdiri dari 5 orang. Setiap anggota bebas memilih karakter yang akan digunakan dalam permainan dan tentu saja setiap karakter berbeda memiliki kemampuan yang berbeda.

Diantara semua anggota tim pasti akan ada perbedaan kemampuan, cara dan pola bermain yang digunakan walaupun tujuan mereka sama yakni memenangkan permainan tersebut. Dan kemenangan dari game ini ditentukan dari hasil akhir tower utama tim mana yang lebih dulu hancur. Meskipun ada salah satu anggota tim dengan kemampuan yang sangat hebat, belum tentu bisa memenangkan game tersebut apabila tidak ada kekompakan dan kerjasama yang baik antar anggota tim. Arena game cukup besar untuk dikuasai oleh satu anggota tim saja.

Dengan kondisi yang berbeda, tim yang terdiri dari anggota dengan kemampuan standar tapi bisa memainkan game tersebut dengan kekompakan dan kerjasama antar anggota dengan baik, justru akan bisa memenangkan game tersebut. Hal ini bisa Saya ceritakan karena Saya juga memainkan game tersebut sudah lebih dari 100x dan statistic hasil akhir dari setiap game seperti itu. Semua ini hanya sebuah permainan, walaupun ada sedikit sentuhan emosi ketika kalah tapi kita tetap bisa dengan mudah mengeluarkan kata-kata “It’s just a game”.

Tidak jauh berbeda, sebenarnya profesi MA yang kita jalani memiliki kemiripan dengan game yang kita bicarakan di atas. Dalam sebuah tim (kantor Century21) tentu saja tingkatan kemampuan setiap MA bervariasi, ada yang baru bergabung, ada yang sudah senior dan bahkan ada yang sudah mencapai level atau tingkatan master. Untuk mencapai tujuan bersama, setiap anggota harus berkontribusi dan memiliki peran. Sehebat apapun kemampuan seorang MA walaupun sudah mencapai level master, tetap saja tidak akan bisa menguasai dan mengerjakan semua hal yang harus dilakukan dalam mencapai tujuan team. Mungkin kalau hanya untuk mencapai tujuan pribadi pasti bisa. Akan tetapi dengan tidak tercapainya tujuan bersama maka apalah arti dari tujuan yang hanya bersifat pribadi.

Seorang master MA butuh kerjasama dari MA baru dalam bentuk support hal-hal tertentu sekaligus sebagai bentuk pembinaan dan training kepada MA baru tersebut. Sebagai contoh pekerjaan legal dari sebuah transaksi, pengumpulan berkas dokumen yang dibutuhkan dalam transaksi sehingga MA baru tersebut diharapkan juga akan langsung bisa mengetahui dan memahami langkah teknis yang perlu diperhatikan pada saat transaksi. Bagi MA yang sudah master bisa menggunakan waktunya untuk mendapatkan transasksi berikutnya secara paralel. Jika hal ini diterapkan dalam tim, maka kinerja tim akan cenderung meningkat karena produksi tim bisa dilakukan secara paralel.

Pilihan lain bisa saja diambil, setiap anggota tim bekerja sendiri sesuai dengan kemampuan yang dimilik. Hasilnya tidak akan jauh dari kondisi awal atau peningkatan produksi tidak akan terasa. MA baru akan tetap menjadi MA baru dalam waktu yang cukup lama, karena tidak ada mentoring dan wadah untuk bisa memahami langkah apa saja yang harus dilakukan dalam profesi MA. Sementara sang master tetap akan produksi sendiri. Yang pastinya akan dibatasi dengan jumlah waktu yang dimiliki oleh setiap orang yakni 24 jam. Hasil akhir misi atau goal tim tersebut tidak tercapai. Buat apa kita menang secara pribadi tapi secara tim tetap kalah. Setiap anggota tim tersebut tetap dapat julukan sebagai anggota team yang kalah. Kondisi ini akan cukup sulit untuk tetap mempertahankan keutuhan tim.

Dalam dunia nyata tidak terlalu jauh berbeda dengan sebuah game, hanya saja dalam hidup kita tidak bisa dengan mudah bilang “it’s just a game”. Untuk mencapai sebuah keberhasilan misi ataupun goal yang sudah kita buat sangatlah dibutuhkan kerjasama dan kekompakan tim.

“Jika kamu ingin berlari cepat berlarilah sendiri, tapi jika kamu ingin berlari jauh berlarilah bersama temanmu”

Good Luck and happy selling!

LOGIN