Siapa takut jadi agen properti!
Posted: 2019-01-31

Saya merupakan lulusan baru dan sedang dalam kebingungan untuk memilih profesi yang cocok untuk saya geluti. Sampai akhirnya bertemu dengan saudara dekat yang telah berkecimpung di dunia properti. Saudara saya ini menawarkan untuk bergabung di dunia broker properti. Saya sangat ragu karena  berpikiran bahwa “Berdagang di toko biasa saja tidak mampu apalagi menjualkan properti”. Pemikiran ini sedikit mengganggu saya tapi akhirnya saya mencoba untuk terjun ke dunia properti.

 Tapi, setelah pemikiran panjang akhirnya saya pun mulai terjun ke dunia broker properti dengan peraasaan yang masih ragu. Singkat cerita, saya terjun ke dunia properti masih dalam kebingungan menjalaninya. Saya menggeluti profesi ini dengan setengah-tengah, belum benar-benar menyeriusinya. Sampai akhirnya saya mulai lambat laun membuka diri untuk mulai belajar menjadi agen properti.

 Awalnya saya diterangkan untuk  mencari listingan dari koran dan belajar cara untuk menghubungi klien. Berbagai kegagalan pun saya alami, tapi saya mencoba untuk optimis dan menjadikannya pelajaran berharga. Closing saya pertama kali bisa dibilang sangatlah unik dengan pertemuan orang yang mau membantu saya. Ketika itu saya ingat sekali cuaca sedang hujan, saya sedang mutar-mutar mencari listingan, nah ketika itu bertemu dengan guru TK yang ikut berteduh dengan ibu tersebut. Saya memberanikan diri untuk menanyakan rumah untuk dijual. Ternyata rezeki itu tidak akan kemana, si ibu ini pun bercerita dia adalah guru TK dan kebetulan orang tua murid banyak yang ingin menjualkan rumah atau mencari rumah.

Setelah, closing pertama membuat saya percaya diri dan mulai mencoba promosi-promosi lainnya.  Saya pasang banner berjalan dan memasarkannya melalui media sosial. Puji Tuhan rezeki itu makin mengalir. Saya rasanya tidak percaya bahwa saya mampu dan bisa menjalani profesi ini. Kolaborasi itu ternyata penting di dunia broker ini juga saya bisa bertemu dengan orang yang memiliki latar belakang berbeda. 

LOGIN