Belajar Sukses dari Fenomena Kehidupan!
Posted: 2019-01-04

Profesi marketing telah mencatatkan diri berbagai cerita mulai dari pahit getirnya hingga mungkin dapat merasakan manisnya kesuksesan sebagai marketing. Industri ini memliki kompetisi untuk menjadi terbaik dan sukses dalam bidangnya. Awalmula kita memulai profesi ini sedikit terbesit pemikiran bahwa profesi ini hanyalah pekerjaan yang biasa. Namun, ternyata setelah dijalani dan telah memetik buah dari prosesnya profesi ini menjadi sangat luar biasa dan memiliki seni yang berbeda dengan profesi lainnya. Di lapangan sering kita menemui profesi ini tidak semudah dengan apa yang telah kita bayangkan. Ada kalanya menemui berbagai tantangan entah dari owner dan buyer. Hal ini bahkan tidak sedikit dari kita  patah semangat ditengah jalan.

Semakin memberikan pertanyaan dalam diri kita “Apakah kita sudah cocok dengan pekerjaan marketing? Apakah saya bisa sukses menjadi seorang marketing?” Ada kalanya mungkin kita tidak selalu melihat kedepan tapi berkaca kebelakang layaknya sedang mengendarai mobil melihat spion mobil ataupun motor kita. Untuk menghargai proses ini hingga menjadikan diri kita yang hari ini. Harus kita coba dengan melihat kebelakang hingga bisa maju maju ke depan dengan lebih percaya diri. Proses ini tentulah tidak mudah untuk dijalankan. Menjadi marketing yang sukses adakalanya harus menemui berbagai kegagalan dan halangan untuk menuju kesuksesan. Dilihat fenomena yang paling sering terjadi dalam kehidupan, kita bisa berkaca pada proses perjalanan bayi ke dunia.

Dari proses ini ada  beberapa hal positif yang dapat kita ambil sebagai pelajaran. Bayi lahir ke dunia  memerlukan proses panjang dan usaha dari seorang ibu untuk dapat lahir ke dunia dengan sehat. Didalam rahim ibunya dia tumbuh dan berkembang selama ± 9 bulan. Didalam masa kandungan tersebut, bayi melewati proses, mulai dari menjadi janin kecil  hingga menjadi bentuk bayi secara sempurna dan nantinya lahir. Kita tidak bisa memangkas waktu tersebut menjadi lebih singkat. Misalkan ada sepasang suami istri yang sangat ingin sekali memiliki anak dalam waktu cepat, sehingga istri diberikan waktu mengandung selama 1 bulan. Hal tersebut merupakan hal yang sangat mustahil karena memang sudah seharusnya seorang ibu harus mengandung selama ± 9 bulan. Walaupun kita sebagai manusia memiliki kemampuan finansial dan teknologi yang tinggi, kita tetap harus melewati masa kandungan dengan durasi sekitar 9 bulan tersebut.

Dalam pekerjaan kita sebagai marketing, Anda pasti pernah berpikir mengapa semua hal yang Anda lakukan belum menghasilkan apapun. Padahal Anda telah melakukan segala cara dengan baik dan benar. Ditambah lagi jika kita sudah melakukan hal tersebut dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Keadaan tersebut merupakan salah satu tahap menuju keberhasilan yang sangat menguji ketahanan eksistensi kita dalam bisnis. Seberapa tahan kita menjalani semua proses tersebut. Lama atau tidaknya proses ini tergantung dari pribadi masing-masing. Ada orang yang perlu waktu sebentar mencapai keberhasilan, dan ada juga orang yang memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai keberhasilannya. Apabila kita telah mampu melewati tahap tersebut, maka semua hal yang kita inginkan akan kita dapatkan. Bahkan kita mungkin melupakan rasa pedih pada saat eksistensi diuji karena banyaknya nikmat kesuksesan yang telah kita dapatkan.

Selain dari proses kandungan, kita juga bisa mengambil hal positif ketika bayi telah lahir. Bayi tidak langsung menjadi manusia yang bisa melakukan segala hal. Hanya sedikit yang bisa dilakukan oleh bayi, bahkan ketika mereka lapar pun, bayi hanya bisa menangis. Bayi belum mampu makan sendiri apalagi jika harus mencari makan sendiri.

Dari sini kita bisa belajar bahwa kita tidak bisa hidup sendiri dan kita pasti membutuhkan orang lain didalam proses kehidupan. Saat kita belum mengerti cara melaksanakan pekerjaan kita ataupun melakukan hal yang lain, kita membutuhkan orang lain untuk belajar. Selain itu kita juga membutuhkan orang lain apabila kita ditimpa sebuah kesulitan. Untuk itu kita juga harus menjadi orang yang mau menolong orang lain. Karena kebaikan yang kita lakukan, akan kembali kepada diri kita sendiri dikemudian hari.

Bayi juga akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan, didukung oleh lingkungan bayi dalam proses merangkak, berjalan dan berdiri. Pada proses tersebut bayi sering kali terjatuh dalam mencoba untuk melangkah. Tetapi bayi bangkit kembali dan mencoba kembali hingga akhirnya mereka dapat berjalan dengan lancar.Jatuh bangun dalam proses belajar berjalan tersebut mirip dengan proses belajar kita di kehidupan nyata. Seringkali kita gagal dalam melakukan suatu hal tetapi respon kita terhadap kegagalan tersebut yang menjadi kunci apakah kita mau tenggelam dalam kegagalan atau mau kembali bangkit dan mencoba.

Semua yang ada di dunia ini tidak terjadi dengan ‘simsalabim’ seperti yang dilakukan oleh para pesulap. Pasti ada proses yang harus dilakukan dan seluruh manusia pasti akan melewati masa tersebut. Tetaplah melakukan hal yang baik, benar dan maksimal terhadap semua yang kita lakukan. Ketika SUKSES kita tiba, semua yang impikan selama ini akan menjadi kenyataan. Tetap Semangat dan Happy Selling!

LOGIN